Zat
karbon ( C ), air ( H2O
), Belerang ( S ), Nitrogen ( N2
), Oksigen ( O2 ),
dan zat-zat lainnya yang diperlukan
makhluk hidup secara terus menerus
didaur ulang di dalam ekosistem.
Untuk itu kita akan mempelajari
daur biogeokimia dari daur N2,
CO2, O2, S,
dan fosfor. Fungsi dari daur biogeokimia
adalah untuk melestarikan makhluk
hidup dan ekosistem.
Dari
segi biosfir sebagai keseluruhan
daur biogeokimia itu dapat digolongkan
dalam dua golongan dasar yaitu tipe-tipe
berbentuk gas yang tempat terjadinya
di atmosfir atau hidrosfir (lautan)
dan tipe-tipe sedimen yang terjadinya
di dalam kulit bumi. Tipe bentuk
gas contohnya daur karbon, nitrogen,
oksigen. Tipe bentuk sedimen contohnya
daur sulfur dan fosfor.
Daur
tipe gas agak cepat menyesuaikan
terhadap gangguan-gangguan sebab
adanya wilayah atmosfir yang luas
serta relatif lebih sempurna dalam
arti global sebab adanya pengendalian
umpan balik negatif alam. Sebagai
contoh : Peningkatakan dalam produksi
CO2 oksidasi atau pembakaran,
misalnya cenderung untuk disebarkan
oleh gerakan udara dan peningkatan
pengeluaran penggantian kenaikan
pengambilan oleh tumbuh-tumbuhan
dan pembentukan karbonat di dalam
lautan.
Daur
tipe sedimen cenderung untuk lebih
kurang sempurna dan lebih mudah
diganggu oleh gangguan setempat
sebab sebagian besar bahan terdapat
dalam tempat dan relatif tidak aktif
dan tidak bergerak di dalam kulit
bumi. Akibatnya, beberapa bagian
dari bahan yang dapat dipertukarkan
cenderung " hilang" untuk
waktu yang lama apabila gerakan
menurunnya jauh lebih cepat dari
pada gerakan "naik" kembali.
Setiap
daur melibatkan unsur organisme
untuk membantu menguraikan senyawa-senyawa
menjadi unsur-unsur. Dalam daur
belerang misalnya, mikroorganisme
yang bertanggung jawab dalam setiap
trasformasi adalah sebagai berikut
:
1.
H2S → S →
SO4; bakteri sulfur tak
berwarna, hijau dan ungu.
2.
SO4 → H2S
(reduksi sulfat anaerobik), bakteri
desulfovibrio
3.
H2S → SO4
(Pengokaidasi sulfide aerobik);
bakteri thiobacilli
4.
S organik → SO4 +
H2S, masing-masing
mikroorganisme heterotrofik aerobik
dan anaerobik.
Seperti pada daur nitrogen, contoh
beberapa mikroorganisme tersebut
adalah :
1.
Nitrosomanas mengubah amonium menjadi
nitrit
2.
Nitrobacter mengubah nitrit menjadi
nitrat
3.
Rhizobium menambat nitrogen dari
udara
4.
Bakteri hidup bebas pengikat nitrogen
seperti Azotobakter (aerobik) dan
Clostridium (anaerobik)
5.
Algae biru hijau pengikat nitrogen
seperti Anabaena, Nostoc dan anggota-anggota
lain dari ordo Nostocales
6.
Bakteri ungu pengikat nitrogen seperti
Rhodospirillum